Jari Pentung, Metode Edukasi Baru Berbasis Game Edukatif
Sumber Foto: Dok.Untag Hunas Surabaya
Sabtu, (24/11) Divisi Pendidikan dan Kesehatan Kelompok Kerja Nyata (KKN) Non Reguler Desa Sendang Dajah mengadakan games edukatif siswa bertajuk Jari Pentung. Dengan tema Pengembangan Pendidikan melalui Media Game Edukasi, kegiatan dilakukan dalam bentuk Belajar mewarnai dan permainan menghitung. Peserta adalah siswa/i TK A dan TK B Yayasan Al-Ihsani Dusun Barat Leke, Desa Sendang Dajah, Kabupaten Bangkalan. Alif Mochamad Abimanyu-Ketua Divisi Penkes Kelompok KKN Non Reguler Desa Sendang Dajah menjelaskan, “Kami telah melakukan survey terhadap siswa di Desa Sendang Dajah. Hasilnya banyak di antara mereka yang belum mampu untuk membaca ataupun berhitung dengan lancar dan tepat. Inilah yang menjadi latar belakang program kami.”
Alif menuturkan, Jari Pentung di bagi dalam 3 sesi. Di sesi pertama adalah mewarnai dan bercerita, di mana setelah mewarnai kertas yang diberikan oleh peserta KKN siswa TK diminta untuk menceritakan kembali gambar yang telah diwarnai tersebut di depan kelas. Selanjutnya adalah absen membaca yaitu siswa TK diminta menceritakan kembali atau membaca narasi pada video yang telah di putarkan sebelumnya. “Terakhir adalah berhitung. Kami memutarkan beberapa video tentang penjumlahan hewan, di sini tugas peserta menjumlahkan hewan yang ada pada video itu,” tukasnya. Lebih lanjut Alif menjelaskan, Jari Pentung ini guna memberikan pengetahuan kepada siswa/i tentang berhitung namun bukan dengan gaya belajar yang membosankan.
Program yang dibuat menyenangkan ini ternyata disambut baik oleh para guru dan orang tua siswa/i TK Yayasan Al-Ihsani Dusun Barat Leke. Hal serupa dikatakan oleh Makki Kepala Desa Sendang Dajah, “Orang tua siswa bangga melihat anak-anak mereka bisa melihat anaknya diajari oleh mahasiswa dari luar kota.Kami merasa sangat terbantu dengan program ini karena metode pengajaran yang diberikan berbeda. Begitu pun para guru merasa terbantu dengan adanya metode yang tidak biasa ini. Apalagi para siswa yang berani tampil di depan kelas diberikan reward. Terima kasih banyak.” (um/aep)
Comments
Post a Comment